Kendari – Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik dan riset dengan menyelenggarakan tiga kegiatan ilmiah secara bersamaan pada Senin, 7 April 2026. Acara yang berlangsung serentak ini meliputi seminar nasional, webinar internasional, dan kuliah umum dengan menghadirkan narasumber dari berbagai institusi terkemuka di Indonesia dan mancanegara.
Ketiga acara tersebut diselenggarakan di berbagai lokasi di kampus Universitas Muhammadiyah Kendari yang tersebar di Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari, Sulawesi Tenggara. Penyelenggaraan acara simultan ini merupakan salah satu inisiatif LPPM untuk memberikan kesempatan kepada seluruh civitas akademika, mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum untuk mengakses pengetahuan dan informasi terkini tanpa harus memilih salah satu acara saja.
“Kami percaya bahwa pengetahuan harus didistribusikan secara luas kepada semua lapisan masyarakat. Dengan mengadakan tiga acara bersamaan, kami memberikan opsi kepada peserta untuk memilih topik yang paling relevan dengan bidang studi atau keahlian mereka,” ungkap Dr. Drs. Irfan Mustofa, M.Si., Ketua LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara singkat sebelum acara dimulai pada pagi hari tanggal 7 April 2026.
Seminar Nasional: Inovasi Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Acara pertama adalah seminar nasional dengan tema “Inovasi Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan: Peluang dan Tantangan di Era Digital” yang diselenggarakan di Auditorium Utama Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari. Seminar ini dimulai pada pukul 08.00 WITA dan menghadirkan empat pembicara utama dari universitas-universitas ternama Indonesia.
Pembicara pertama adalah Prof. Dr. Bambang Suryanto, M.Tech., seorang ahli teknologi informasi dan kepemimpinan digital dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Prof. Bambang memberikan presentasi mengenai peran artificial intelligence (AI) dalam transformasi digital di sektor pendidikan dan industri. Dia menekankan bahwa teknologi bukan sekadar alat, melainkan enabler untuk menciptakan ekosistem berkelanjutan yang inklusif.
“Teknologi yang kita kembangkan hari ini harus mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial. Kita tidak bisa hanya fokus pada efisiensi ekonomi tanpa melihat keberlanjutan jangka panjang,” tegas Prof. Bambang dalam presentasinya yang berlangsung selama 45 menit.
Pembicara kedua adalah Dr. Siti Nurhaliza, M.Si., seorang peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cabang Makassar yang memiliki keahlian di bidang ekoteknologi dan energi terbarukan. Dalam sesinya, Dr. Siti mempresentasikan hasil penelitian terbaru mengenai pengembangan energi surya skala mikro yang dapat diaplikasikan di daerah-daerah terpencil di Indonesia Timur, termasuk Sulawesi Tenggara.
“Sulawesi Tenggara memiliki potensi luar biasa dalam pemanfaatan energi terbarukan. Dengan rata-rata intensitas cahaya matahari 4,5-5,5 kWh/m²/hari, daerah ini sangat ideal untuk pengembangan teknologi panel surya. Universitas Muhammadiyah Kendari dapat menjadi pusat penelitian dan pengembangan energi terbarukan untuk wilayah timur Indonesia,” papar Dr. Siti dengan antusias.
Lebih dari 300 peserta hadir di seminar nasional ini, terdiri dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi industri dari berbagai kampus dan organisasi di Kendari dan sekitarnya. Peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan para pembicara mengenai implementasi teknologi berkelanjutan di konteks lokal Sulawesi Tenggara.
Webinar Internasional: Kebijakan Pendidikan dan Inklusi Sosial
Bersamaan dengan seminar nasional, LPPM juga menyelenggarakan webinar internasional dengan tema “Education Policy and Social Inclusion: Lessons from Global Perspectives” (Kebijakan Pendidikan dan Inklusi Sosial: Pembelajaran dari Perspektif Global) melalui platform daring. Webinar ini dimulai pada pukul 09.00 WITA dengan menghadirkan dua pembicara internasional dan dua pembicara nasional.
Pembicara internasional pertama adalah Prof. Dr. Margaret Chen, Ph.D., seorang profesor di Faculty of Education, University of Melbourne, Australia, yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang kebijakan pendidikan dan kesetaraan akses di kawasan Asia-Pasifik. Prof. Margaret mempresentasikan studi komparatif mengenai bagaimana berbagai negara di Asia Tenggara mengintegrasikan kelompok marginal dalam sistem pendidikan formal.
Pembicara internasional kedua adalah Dr. Kwame Asante, M.Ed., dari Department of Educational Leadership, University of Ghana, yang berbagi pengalaman tentang program inklusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di negara-negara berkembang. Dr. Asante menekankan pentingnya pendekatan holistik yang melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, hingga masyarakat lokal.
“Inklusi bukan hanya tentang membuka pintu sekolah untuk semua anak, tetapi juga memastikan bahwa mereka mendapatkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan lokal mereka. Kemitraan antara universitas dan komunitas lokal sangat penting untuk mencapai tujuan ini,” ungkap Dr. Asante dalam presentasinya.
Sementara itu, Dr. Agus Dwi Santoso, M.Pd., dari Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Dr. Ratna Wijayanti, M.Si., dari Universitas Airlangga Surabaya memberikan perspektif tentang konteks pendidikan di Indonesia dan tantangan-tantangan spesifik yang dihadapi dalam mewujudkan pendidikan inklusif.
Webinar ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang terdiri dari mahasiswa pascasarjana, dosen, dan praktisi pendidikan dari 15 universitas dan lembaga pendidikan di Indonesia. Beberapa peserta juga berasal dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Kuliah Umum: Entrepreneurship dan Ekonomi Digital untuk Generasi Muda
Acara ketiga adalah kuliah umum dengan tema “Entrepreneurship Digital: Strategi Membangun Bisnis Sustainable di Era Revolusi Industri 5.0” yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna Gedung Akademik Blok B. Kuliah umum ini dimulai pada pukul 10.30 WITA dan menghadirkan praktisi sukses dari dunia startup dan pengusaha digital.
Pembicara utama kuliah umum adalah Rizki Hartono, S.E., M.B.A., pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) dari sebuah perusahaan rintisan (startup) teknologi yang berbasis di Jakarta dan telah berkembang ke berbagai negara di Asia Tenggara. Rizki berbagi pengalaman perjalanannya dalam membangun startup dari nol hingga mencapai valuasi jutaan dolar dalam waktu kurang dari lima tahun.
“Kunci sukses dalam entrepreneurship digital adalah innovation, adaptability, dan customer-centric approach. Anda harus siap untuk terus belajar dan berubah sesuai dengan dinamika pasar. Jangan takut untuk gagal, karena setiap kegagalan adalah pembelajaran berharga,” pesan Rizki kepada ratusan mahasiswa yang hadir dengan antusiasme tinggi.
Pembicara kedua adalah Evy Sulistyawati, S.Kom., M.B.A., seorang entrepreneur muda yang telah membangun tiga bisnis digital sukses dalam industri e-commerce dan fintech. Evy fokus membahas tentang pentingnya sustainability dan corporate social responsibility (CSR) dalam membangun bisnis digital yang berkelanjutan.
“Bisnis digital modern tidak hanya tentang profit, tetapi juga tentang impact. Konsumen, terutama generasi muda, semakin peduli dengan nilai-nilai yang dianut oleh brand yang mereka dukung. Kami harus membangun bisnis yang menguntungkan sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan,” terang Evy yang juga merupakan alumni Universitas Muhammadiyah dari kampus lain.
Kuliah umum ini dihadiri oleh lebih dari 400 peserta, mayoritas adalah mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Muhammadiyah Kendari. Peserta sangat antusias dan banyak yang mengajukan pertanyaan mengenai tips praktis untuk memulai bisnis digital mereka sendiri.
Koordinasi dan Persiapan LPPM
Pencapaian pelaksanaan tiga acara akademik bersamaan ini merupakan hasil dari koordinasi dan persiapan matang yang dilakukan oleh tim LPPM selama tiga bulan sebelumnya. Tim LPPM, dipimpin langsung oleh Dr. Drs. Irfan Mustofa, M.Si., bekerja sama dengan berbagai departemen di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk memastikan setiap detail acara berjalan sempurna.
“Mempersiapkan tiga acara skala besar secara bersamaan memang tantangan tersendiri. Namun, dengan dukungan penuh dari rektorat, dekan, dan seluruh staf LPPM, kami berhasil mewujudkannya dengan baik,” ungkap Dr. Irfan saat diwawancarai lebih lanjut di ruang kerjanya setelah acara-acara selesai pada sore hari.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Akhmad Yahya, M.Si., juga memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif LPPM ini. “LPPM membuktikan komitmen institusi kami dalam menjadi universitas yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global. Acara-acara seperti ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan civitas akademika, tetapi juga meningkatkan reputasi akademik universitas di tingkat nasional dan internasional,” jelas Prof. Akhmad dalam pidato pembukaan acara pada pagi hari.
Dampak dan Manfaat bagi Civitas Akademika
Penyelenggaraan ketiga acara akademik ini memberikan berbagai dampak positif bagi civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, peserta mendapatkan wawasan dan pengetahuan terkini dari para ahli di bidangnya masing-masing. Kedua, acara ini menciptakan peluang networking dan kolaborasi antar institusi pendidikan dan industri.
Mahasiswa mendapatkan inspirasi dan motivasi untuk mengembangkan diri mereka, baik dalam hal akademik maupun pengembangan keterampilan kewirausahaan. Banyak peserta menyatakan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dan aplikatif dengan kebutuhan industri saat ini.
Sementara itu, dosen dan peneliti mendapatkan insights baru untuk mengembangkan penelitian dan pembelajaran di kelas mereka. Beberapa dosen juga mulai membuka diskusi untuk kolaborasi penelitian dengan pembicara dari institusi lain.
Penutup
Penyelenggaraan seminar nasional, webinar internasional, dan kuliah umum secara bersamaan pada 7 April 2026 menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya LPPM, terus berinovasi dalam memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan dan riset di Indonesia. Acara-acara ini mencerminkan komitmen universitas untuk tetap relevan dengan perkembangan global sambil tetap sensibel terhadap kebutuhan lokal.
Ke depannya, diharapkan Universitas Muhammadiyah Kendari dapat terus mengadakan acara-acara akademik berkualitas tinggi yang melibatkan pembicara terkemuka, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini akan memperkuat posisi universitas sebagai pusat pembelajaran dan penelitian yang credible di kawasan timur Indonesia.
Dengan terus mengembangkan ekosistem akademik yang dinamis dan inklusif, Universitas Muhammadiyah Kendari berharap dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa.