KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan berbagai organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar rangkaian kegiatan pemberdayaan komunitas yang komprehensif pada Sabtu, 19 April 2026. Inisiatif yang melibatkan lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai fakultas ini menjadi bukti nyata komitmen organisasi mahasiswa dalam menjalankan nilai-nilai Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan yang diselenggarakan di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Kendari ini mencakup berbagai program sosial, edukasi, dan pembangunan infrastruktur sederhana di beberapa kelurahan di sekitar wilayah Kendari. Program tersebut menjadi respons atas kebutuhan nyata masyarakat lokal dan sekaligus menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari.
“Kegiatan hari ini bukan sekadar program rutin, melainkan manifestasi konkret dari tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap komunitas,” kata Muhammad Rizki Pratama, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan acara di halaman rektorat kampus pada pagi hari.
Latar Belakang dan Persiapan Program
Program pemberdayaan komunitas ini merupakan hasil dari perencanaan matang yang dimulai sejak awal semester. BEM bersama dengan organisasi-organisasi mahasiswa lainnya, termasuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan berbagai himpunan jurusan, melakukan survei lapangan pada bulan Maret 2026 untuk mengidentifikasi kebutuhan utama masyarakat yang dapat ditangani secara kolaboratif.
“Kami menemukan bahwa ada tiga isu utama yang menjadi prioritas,” ungkap Siti Nurhaliza, Wakil Ketua BEM bidang Pengabdian Masyarakat, dalam wawancara terpisah. “Pertama, rendahnya akses pendidikan tentang kesehatan reproduksi bagi remaja. Kedua, minimnya infrastruktur pendukung di sekolah-sekolah di daerah terpencil. Ketiga, kurangnya edukasi finansial dan keterampilan kewirausahaan bagi kelompok ibu rumah tangga.”
Dari hasil identifikasi tersebut, BEM kemudian mengajukan proposal kepada LPPM Kendari untuk mendapatkan dukungan dan legitimasi akademis. LPPM, yang merupakan lembaga resmi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mengelola aktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat, memberikan persetujuan penuh dan membimbing persiapan teknis pelaksanaan program.
Rangkaian Kegiatan yang Dilaksanakan
Pada hari H, kegiatan dilaksanakan di tiga lokasi berbeda secara bersamaan. Lokasi pertama adalah di Kelurahan Wawu, di mana sekitar 150 mahasiswa mahasiswa fokus pada program edukasi kesehatan dan skrining kesehatan gratis. Lokasi kedua di Kelurahan Kel. Aji Kuning, di mana 200 mahasiswa melakukan pelatihan keterampilan dan edukasi kewirausahaan untuk kelompok perempuan. Sementara lokasi ketiga di Sekolah Dasar Negeri 15 Kendari, di mana 150 mahasiswa terlibat dalam perbaikan infrastruktur sekolah dan program literasi anak-anak.
Di lokasi Kelurahan Wawu, program kesehatan dipimpin oleh mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari. Mereka memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi, vaksinasi, dan pencegahan penyakit menular kepada remaja putri dari berbagai sekolah menengah pertama di wilayah setempat. Lebih dari 200 orang remaja mengikuti sesi edukasi ini, dilengkapi dengan sesi tanya jawab yang interaktif.
“Saya mendapatkan informasi yang sangat bermanfaat hari ini,” kata Bella Sari, siswa SMP Negeri 3 Kendari yang mengikuti acara. “Biasanya hal-hal seperti ini malu untuk ditanya kepada orang tua, tapi sekarang saya tahu dan bisa berbagi dengan teman-teman saya.”
Bersamaan dengan program edukasi, tim medis mahasiswa Fakultas Kesehatan melakukan skrining kesehatan dasar, termasuk pengukuran tekanan darah, pemeriksaan mata, dan pemeriksaan gigi gratis. Hasilnya, sekitar 15 orang ditemukan memiliki tekanan darah tinggi dan dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pelatihan Keterampilan dan Pemberdayaan Ekonomi
Sementara itu, di Kelurahan Kel. Aji Kuning, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Kendari menyelenggarakan workshop keterampilan dan edukasi kewirausahaan. Program ini melibatkan 120 perempuan dari kelompok ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan penghasilan keluarga mereka.
“Kami mengajarkan tentang perencanaan bisnis sederhana, manajemen keuangan dasar, dan strategi pemasaran digital yang dapat dilakukan dengan modal minimal,” jelas Dr. Bambang Suryanto, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang mendampingi pelaksanaan program ini.
Peserta mendapatkan materi pembelajaran yang dikemas dalam bahasa yang mudah dipahami, dilengkapi dengan studi kasus nyata dari pengusaha lokal sukses. Di akhir sesi, peserta mendapatkan pendampingan satu-per-satu untuk merancang ide bisnis mereka sendiri.
Ibu Salmah, salah satu peserta dari Kelurahan Kel. Aji Kuning, mengungkapkan antusiasmenya. “Selama ini saya hanya bisa menunggu hasil usaha suami. Sekarang saya punya ide untuk mulai berjualan makanan ringan berdasarkan resep keluarga. Saya sudah membuat rencana bisnis sederhana dengan panduan kakak-kakak mahasiswa tadi.”
Renovasi Infrastruktur dan Program Literasi
Di Sekolah Dasar Negeri 15 Kendari, mahasiswa dari berbagai fakultas bekerja sama melakukan perbaikan infrastruktur dan program literasi. Mereka memperbaiki perpustakaan sekolah yang sempit dan kurang terawat, melukis dinding kelas dengan gambar-gambar edukatif, serta memperbaiki fasilitas air bersih yang telah lama rusak.
“Alhamdulillah, perpustakaan kami sekarang menjadi jauh lebih nyaman,” kata Ibu Sumiati, kepala sekolah SD Negeri 15 Kendari, sambil melihat perpustakaan yang telah dicat dan dirapikan oleh mahasiswa. “Ini akan membuat anak-anak lebih tertarik membaca.”
Selain perbaikan fisik, mahasiswa juga mengadakan program literasi interaktif, mengajari anak-anak teknik membaca efektif, dan mendorong minat baca mereka melalui berbagai aktivitas permainan edukatif. Lebih dari 250 anak-anak sekolah dasar dari kelas satu hingga enam antusias mengikuti kegiatan ini.
Dukungan dari Pimpinan Universitas
Prof. Dr. Jamaluddin, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan oleh BEM dan organisasi mahasiswa. Dalam kunjungannya ke salah satu lokasi kegiatan pada siang hari, beliau menyatakan bahwa program ini mencerminkan semangat Muhammadiyah dalam memberdayakan masyarakat.
“Sebagai institusi pendidikan yang didirikan atas nilai-nilai Muhammadiyah, kita memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang berkompetensi akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujar Prof. Jamaluddin. “Apa yang dilakukan oleh BEM dan organisasi mahasiswa ini adalah contoh nyata bagaimana pendidikan dapat menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.”
Rektor juga menjanjikan dukungan berkelanjutan dari pihak universitas untuk program-program pengabdian masyarakat yang serupa di masa depan. “LPPM kami akan terus memfasilitasi dan membimbing inisiatif-inisiatif seperti ini. Kami percaya bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah bagian integral dari proses pembelajaran mereka,” tambah Prof. Jamaluddin.
Dampak dan Pembelajaran
Kegiatan pemberdayaan komunitas ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Mereka mendapatkan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di kelas ke dalam konteks sosial nyata.
Muhammad Rizki Pratama menjelaskan bahwa program ini akan menjadi model untuk kegiatan-kegiatan mahasiswa di masa depan. “Kami ingin membangun budaya di antara mahasiswa bahwa pendidikan bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Haris Purnomo, Kepala LPPM Kendari, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi yang sangat baik antara organisasi mahasiswa dan lembaga akademis. “LPPM berkomitmen untuk terus mendukung dan membimbing aktivitas pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa. Ini adalah cara kami untuk memastikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial di komunitas lokal,” kata Dr. Haris Purnomo.
Rencana Keberlanjutan
Kegiatan pada 19 April 2026 ini tidak dimaksudkan sebagai program sekali jalan. BEM dan organisasi mahasiswa lainnya telah merencanakan keberlanjutan program melalui pendampingan berkelanjutan, terutama untuk program pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi di Kelurahan Kel. Aji Kuning.
“Kami akan membentuk tim monitoring dan evaluasi yang akan melakukan kunjungan berkala untuk memastikan bahwa apa yang telah kami ajarkan dapat diimplementasikan dengan baik oleh peserta,” jelas Siti Nurhaliza. “Kami juga akan membantu mereka membentuk kelompok usaha bersama sehingga dapat saling mendukung dan berbagi pengalaman.”
Demikian pula, di sekolah-sekolah yang telah kami tangani, kami akan melakukan monitoring rutin untuk memastikan bahwa infrastruktur yang telah diperbaiki terawat dengan baik, dan program literasi yang telah dimulai dapat dilanjutkan oleh guru-guru setempat.
Penutup
Kegiatan pemberdayaan komunitas yang diselenggarakan oleh BEM dan organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan positif di masyarakat. Dengan dukungan dari pimpinan universitas dan LPPM, inisiatif-inisiatif serupa diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas.
Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui civitas akademikanya, berkomitmen untuk menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi dengan serius dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat lokal. Ke depannya, diharapkan bahwa budaya kepedulian sosial ini akan terus tertanam dalam diri setiap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, dan menjadi warisan berharga bagi generasi mahasiswa berikutnya.
—
Jumlah kata: 1.847 kata