KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM), resmi menandatangani nota kesepahaman dengan tiga perusahaan besar sektor minyak dan gas pada Selasa (23 April 2026). Kerja sama strategis tersebut mencakup pengembangan riset, magang industri, dan pengembangan sumber daya manusia di tingkat regional Sulawesi Tenggara.
Penandatanganan MoU dilakukan di ruang rapat LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari, melibatkan pihak kampus dan manajemen PT Migas Sulawesi Tenggara, PT Energi Nusantara Indonesia, serta PT Eksplorasi Minyak Kendari. Acara tersebut juga dihadiri oleh akademisi, industriawan, dan media massa lokal sebagai bentuk transparansi komitmen bersama.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Suharno, M.Sc., menyampaikan antusiasme atas penandatanganan nota kesepahaman tersebut. “Kerja sama ini adalah bukti nyata bahwa universitas kami tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi industri dalam mengembangkan inovasi dan sumber daya manusia berkualitas,” ujar Prof. Suharno dalam pembukaan acara tersebut.
Latar Belakang Kerjasama
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mempersiapkan mahasiswa untuk siap terjun ke dunia industri. Selama ini, LPPM kampus telah melakukan berbagai penelitian terkait pengembangan ekonomi lokal, energi terbarukan, dan teknologi industri yang relevan dengan kebutuhan wilayah Kendari.
Keputusan untuk menjalin kerja sama dengan sektor minyak dan gas bukanlah sesuatu yang mendadak. Direktur LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Bambang Wijaya, M.Eng., menjelaskan bahwa proses diskusi dan eksplorasi peluang telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun sebelumnya.
“Kami telah melakukan serangkaian pertemuan dengan berbagai stakeholder industri sejak pertengahan 2025. Melalui dialog-dialog tersebut, kami menemukan bahwa ada kebutuhan bersama untuk memperkuat ekosistem riset dan pengembangan talenta di sektor energi,” kata Dr. Bambang dalam wawancara eksklusif dengan media kampus.
Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari sebagai ibukotanya, merupakan salah satu daerah dengan potensi sumber daya alam yang signifikan. Eksplorasi minyak dan gas di perairan Sulawesi telah menarik investasi besar dari berbagai perusahaan nasional dan internasional. Oleh karena itu, tersedianya tenaga kerja terampil dan penelitian yang mendalam menjadi kebutuhan strategis bagi perkembangan sektor tersebut.
Ruang Lingkup dan Program Kerja Sama
Berdasarkan nota kesepahaman yang ditandatangani, kerja sama antara LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari dengan ketiga perusahaan minyak dan gas mencakup beberapa program utama. Pertama, pengembangan riset terapan yang fokus pada optimalisasi proses eksplorasi, efisiensi operasional, dan mitigasi dampak lingkungan dari kegiatan industri minyak dan gas.
Kedua, program magang terstruktur yang melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Muhammadiyah Kendari. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa sambil membantu perusahaan dalam mengidentifikasi talenta terbaik untuk keperluan rekrutmen.
Ketiga, pengembangan kurikulum bersama yang disesuaikan dengan kebutuhan industri terkini. LPPM akan bekerja sama dengan departemen teknik dan manajemen untuk memastikan bahwa konten pembelajaran di kampus relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan praktis di lapangan.
Keempat, pelatihan dan workshop berkala untuk mahasiswa dan dosen mengenai teknologi terbaru dalam industri minyak dan gas. Perusahaan akan menyediakan narasumber dari praktisi industri yang berpengalaman untuk memberikan wawasan langsung kepada akademisi kampus.
Kelima, pendanaan bersama untuk proyek-proyek riset prioritas yang telah disepakati. Setiap perusahaan akan mengalokasikan dana penelitian tahunan untuk mendukung inisiatif-inisiatif tertentu yang dianggap strategis bagi pengembangan industri dan akademik.
Perspektif Industri
Direktur Operasional PT Migas Sulawesi Tenggara, Ir. Hendra Kusuma, mengungkapkan bahwa perusahaannya melihat universitas sebagai mitra yang dapat berkontribusi nyata terhadap peningkatan efisiensi operasional dan inovasi berkelanjutan.
“Dalam industri minyak dan gas, inovasi adalah kunci untuk tetap kompetitif dan berkelanjutan. Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki potensi besar untuk menjadi pusat penelitian yang mendukung visi kami dalam mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan efisien dari segi biaya,” ungkap Ir. Kusuma.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Energi Nusantara Indonesia, Budi Santoso, S.T., M.B.A., menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia lokal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
“Kami berkomitmen untuk tidak hanya mengekstrak sumber daya alam, tetapi juga untuk membangun kapasitas manusia di daerah kami beroperasi. Kerjasama dengan universitas lokal seperti Universitas Muhammadiyah Kendari adalah cara konkret untuk mewujudkan tanggung jawab sosial perusahaan kami,” jelas Budi Santoso.
Dampak dan Harapan Kampus
Direktur LPPM, Dr. Bambang Wijaya, menekankan bahwa kerja sama ini diharapkan membawa dampak positif multidimensional bagi kampus, mahasiswa, dan masyarakat luas.
“Pertama, bagi mahasiswa, mereka akan mendapatkan kesempatan magang yang nyata dan pembelajaran langsung dari para profesional industri. Ini akan meningkatkan daya saing lulusan kami di pasar kerja,” kata Dr. Bambang.
Kedua, bagi dosen dan peneliti, kerja sama ini membuka peluang untuk melakukan riset yang lebih berdampak dan didukung oleh pendanaan yang memadai. “Penelitian akademik akan lebih kontekstual dan aplikatif, bukan hanya bersifat teoritis,” tambahnya.
Ketiga, bagi kampus secara institusional, kerja sama ini memperkuat posisi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai lembaga pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan industri dan mampu berkontribusi pada pembangunan ekonomi wilayah.
Mahasiswa program studi Teknik Perminyakan, Fadjar Hermawan, mengakui antusiasmenya atas peluang yang terbuka. “Dengan adanya kerja sama ini, saya tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga bisa langsung terlibat dalam proyek riset nyata dan mendapat pengalaman di lapangan. Ini sangat berharga untuk persiapan karir saya,” ujar Fadjar yang merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa dari perusahaan mitra.
Keberlanjutan dan Aspek Lingkungan
Dalam penandatanganan MoU, aspek keberlanjutan lingkungan juga menjadi fokus utama. Dr. Suharno menekankan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tetap mempertahankan nilai-nilai etis dan tanggung jawab lingkungan dalam setiap kerja sama.
“Sebagai institusi berbasis nilai Muhammadiyah, kami percaya bahwa pengembangan industri harus selaras dengan pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, penelitian-penelitian yang kami lakukan bersama industri akan selalu mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan dampak lingkungan,” tegas Prof. Suharno.
Salah satu penelitian yang akan menjadi prioritas adalah pengembangan teknologi pengurangan emisi karbon dalam proses eksplorasi dan produksi minyak dan gas. Tim peneliti LPPM, dipimpin oleh Dr. Ari Wibowo, S.T., Ph.D., telah menyiapkan proposal penelitian berjudul “Optimasi Efisiensi Energi dan Pengurangan Limbah dalam Operasional Industri Minyak dan Gas Sulawesi Tenggara.”
Implementasi dan Timeline
Berdasarkan dokumen kesepahaman yang ditandatangani, implementasi program kerja sama akan dimulai secara bertahap sejak Juni 2026. Fase pertama akan fokus pada identifikasi kebutuhan riset spesifik dan penyelarasan kurikulum. Fase kedua, yang dimulai pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027, akan melibatkan pembukaan kesempatan magang dan pelaksanaan workshop pertama.
Dr. Bambang Wijaya menjelaskan bahwa LPPM telah membentuk tim koordinasi internal yang terdiri dari perwakilan dari berbagai program studi. “Kami ingin memastikan bahwa kolaborasi ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan output yang terukur,” katanya.
Setiap enam bulan, akan diadakan evaluasi bersama untuk mengukur progress dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Target konkret yang telah ditetapkan mencakup minimal sepuluh makalah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal nasional atau internasional dalam dua tahun ke depan, serta minimal lima puluh mahasiswa yang melakukan magang di perusahaan-perusahaan mitra.
Penutup
Penandatanganan nota kesepahaman antara LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari dengan tiga perusahaan minyak dan gas pada 23 April 2026 menandai babak baru dalam upaya kampus untuk menjadi mitra strategis bagi industri. Melalui kerja sama ini, Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya mempersiapkan generasi profesional yang siap kerja, tetapi juga berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan teknologi dan inovasi di sektor energi Sulawesi Tenggara.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, dosen, dan mahasiswa, serta kepercayaan dari para pemimpin industri, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi universitas-industri yang produktif dan berkelanjutan. Sebagaimana dinyatakan oleh Prof. Suharno, “Ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih cerah, di mana pendidikan dan industri berjalan beriringan untuk membangun Sulawesi Tenggara yang lebih maju dan berkelanjutan.”
—
Penulis: Departemen Humas Universitas Muhammadiyah Kendari
Editor: Koordinator Media Kampus
Tanggal Publikasi: 23 April 2026