Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi dan berinovasi. Prestasi gemilang terukir ketika mahasiswa dari kampus ini berhasil meraih medali emas dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta, pada 10-15 April 2026. Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata bahwa pusat pembelajaran di kawasan Sulawesi Tenggara mampu bersaing dengan universitas-universitas ternama di tingkat nasional.
Delegasi dari Universitas Muhammadiyah Kendari yang dipimpin oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) berhasil membawa pulang prestasi tertinggi dengan inovasi produk teknologi yang revolusioner. Produk bernama “AquaSmartFarm” – sebuah sistem otomasi budidaya ikan air tawar berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan – menjadi pemenang kompetisi yang diikuti oleh lebih dari 200 tim mahasiswa dari seluruh nusantara.
Tim pemenang terdiri dari lima mahasiswa lintas program studi yang bekerja sama dengan bimbingan dosen pembimbing selama enam bulan. Mereka adalah Reza Pratama (Program Studi Teknik Informatika, angkatan 2021), Siti Nurhaliza (Program Studi Teknik Mesin, angkatan 2021), Yudha Sutrisno (Program Studi Manajemen, angkatan 2021), Nur Amelia Putri (Program Studi Teknik Elektro, angkatan 2022), dan Fauzan Harahap (Program Studi Bioteknologi, angkatan 2021). Kelima mahasiswa ini bekerja dengan passion yang tinggi untuk menciptakan solusi nyata bagi permasalahan pertanian dan perikanan di Indonesia.
Latar Belakang Inovasi dan Motivasi Tim
Ide pembuatan AquaSmartFarm lahir dari pengamatan mendalam terhadap kondisi sektor perikanan Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan. Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, petani ikan air tawar sering mengalami kerugian signifikan akibat kualitas air yang tidak terjaga dengan baik, pemberian pakan yang tidak optimal, dan pemantauan kesehatan ikan yang masih manual dan kurang akurat.
“Kami melihat bahwa banyak petani ikan di daerah seperti Sulawesi Tenggara mengalami kerugian karena mereka tidak memiliki akses ke teknologi yang dapat membantu mengelola tambak mereka secara efisien,” ujar Reza Pratama, ketua tim pemenang, saat diwawancarai di kantor LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari pada Senin, 17 April 2026.
Motivasi ini mendorong tim untuk mengembangkan sistem yang dapat memberikan solusi praktis dan terjangkau. Selama enam bulan, mereka melakukan riset lapangan ke berbagai lokasi budidaya ikan di sekitar Kendari dan provinsi tetangga. Tim juga melakukan konsultasi dengan petani ikan lokal untuk memahami kebutuhan spesifik mereka.
“Kami tidak hanya ingin membuat produk yang bagus secara teknis, tetapi produk yang benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Siti Nurhaliza, yang bertanggung jawab pada aspek engineering sistem.
Spesifikasi dan Keunggulan Produk AquaSmartFarm
Sistem AquaSmartFarm dirancang sebagai platform terintegrasi yang menggabungkan sensor IoT, platform cloud computing, dan aplikasi mobile yang user-friendly. Sistem ini mampu memantau parameter-parameter kritis dalam budidaya ikan secara real-time, termasuk suhu air, tingkat pH, kadar oksigen terlarut, amonia, dan nitrat.
Keunggulan utama produk ini terletak pada kemampuannya untuk memberikan rekomendasi otomatis kepada petani ikan mengenai waktu pemberian pakan yang optimal, kebutuhan aerasi, dan tindakan pencegahan penyakit. Sistem ini juga dilengkapi dengan algoritma machine learning yang mempelajari pola dan karakteristik unik setiap tambak untuk memberikan prediksi yang semakin akurat seiring waktu.
“Teknologi yang kami gunakan adalah teknologi terdepan dalam industri IoT dan artificial intelligence, namun kami memastikan bahwa harganya tetap terjangkau untuk petani lokal,” jelas Nur Amelia Putri, spesialis sistem elektronika dan sensor.
Selain itu, sistem ini juga memiliki fitur analitik data yang canggih, memungkinkan petani untuk melacak produktivitas, efisiensi pakan, dan profitabilitas mereka dalam dashboard yang intuitif. Teknologi cloud computing memastikan bahwa data dapat diakses dari mana saja dan kapan saja, memberikan fleksibilitas maksimal kepada pengguna.
Proses Kompetisi dan Penilaian
Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 merupakan salah satu kompetisi bergengsi di Indonesia yang diadakan setiap tahunnya untuk mengidentifikasi dan mendukung inovasi-inovasi terbaik dari kalangan mahasiswa. Kompetisi ini mengevaluasi peserta berdasarkan beberapa kriteria, antara lain orisinalitas ide, kelayakan teknis, potensi dampak sosial dan ekonomi, serta presentasi dan komunikasi.
Fase seleksi awal melibatkan penilaian proposal tertulis oleh panel ahli dari berbagai institusi penelitian terkemuka. Tim dari Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil menembus 30 tim semifinalis dari total 200 peserta. Dalam fase semifinal, tim harus mempresentasikan konsep mereka secara detail dan menjawab pertanyaan-pertanyaan menantang dari juri yang terdiri dari akademisi, profesional industri, dan pejabat pemerintah.
Fase final dilaksanakan dengan demonstrasi langsung produk prototype kepada juri dan pengunjung. Tim AquaSmartFarm membawa prototype sistem mereka ke venue kompetisi dan menunjukkan bagaimana sistem bekerja dalam lingkungan yang simulasi tambak. Demonstrasi mereka sukses memukau juri dengan menampilkan dashboard real-time yang responsif dan akurat.
“Ketika kami mempresentasikan hasil penelitian kami mengenai efisiensi biaya operasional yang dapat ditingkatkan hingga 35% melalui sistem kami, juri langsung tertarik untuk menggali lebih dalam,” kenang Yudha Sutrisno, yang menangani aspek studi kelayakan bisnis dan analisis pasar.
Setelah tiga hari proses penilaian yang ketat, akhirnya pengumuman pemenang dilakukan pada 15 April 2026. Tim AquaSmartFarm dari Universitas Muhammadiyah Kendari dinyatakan sebagai pemenang pertama dengan hadiah utama sebesar 150 juta rupiah, sertifikat penghargaan, serta kesempatan untuk inkubasi bisnis lebih lanjut.
Peran LPPM dan Dukungan Kampus
Kesuksesan tim mahasiswa ini tidak terlepas dari peran signifikan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Kendari. LPPM, sebagai lembaga yang bertanggung jawab mengelola riset dan inovasi kampus, telah menyediakan fasilitas laboratorium, akses ke jurnal-jurnal internasional, dan mentoring dari dosen-dosen berpengalaman.
Kepala LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Hariyanto, S.T., M.T., menyampaikan kebanggaannya atas prestasi ini saat ditemui di kantor LPPM pada hari yang sama.
“Ini adalah bukti konkret bahwa komitmen kami terhadap penelitian dan pengembangan inovasi di kampus telah membuahkan hasil yang luar biasa. Tim AquaSmartFarm menunjukkan dedikasi luar biasa, dan kami bangga dapat mendukung mereka sepanjang perjalanan ini,” ungkap Dr. Hariyanto dengan antusias.
Lebih lanjut, Dr. Hariyanto menjelaskan bahwa LPPM telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung proyek-proyek inovasi yang menunjukkan potensi tinggi. Program mentoring intensif juga telah disediakan, dengan melibatkan dosen-dosen dari berbagai disiplin ilmu untuk memberikan perspektif multidisiplin kepada mahasiswa.
“Filosofi kami adalah bahwa inovasi terbaik lahir dari kolaborasi lintas disiplin ilmu. Oleh karena itu, kami mendorong mahasiswa dari berbagai program studi untuk bekerja bersama, dan itulah yang terjadi dengan tim AquaSmartFarm,” jelasnya lebih lanjut.
Dukungan dari pimpinan universitas juga sangat membantu. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muhammad Irfan, S.H., M.H., secara khusus memberikan motivasi kepada tim menjelang kompetisi dan telah menjanjikan dukungan lebih lanjut untuk pengembangan produk hingga tahap komersial.
Dampak Bagi Mahasiswa dan Institusi
Prestasi ini membawa dampak signifikan tidak hanya bagi individu mahasiswa pemenang tetapi juga bagi seluruh ekosistem akademik Universitas Muhammadiyah Kendari. Bagi mahasiswa yang terlibat, mereka kini memiliki pengalaman berharga dalam mengembangkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pengalaman ini akan menjadi bekal berharga saat mereka terjun ke dunia profesional, baik sebagai entrepreneur maupun sebagai profesional di industri.
“Saya belajar banyak hal dari kompetisi ini, tidak hanya tentang teknologi tetapi juga tentang bagaimana mengelola tim, berkomunikasi dengan stakeholder, dan memahami kebutuhan pasar yang sesungguhnya,” ungkap Fauzan Harahap, anggota tim yang menangani aspek bioteknologi dan karakterisasi lingkungan.
Bagi institusi, prestasi ini meningkatkan reputasi Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat nasional. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa universitas yang berlokasi di daerah Sulawesi Tenggara memiliki kapabilitas untuk menghasilkan inovasi berkualitas tinggi yang kompetitif secara global. Hal ini diharapkan akan meningkatkan minat calon mahasiswa berprestasi untuk mendaftar ke universitas dan menarik perhatian mitra industri untuk berkolaborasi.
Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari, Dra. Siti Rahayu, M.M., menambahkan bahwa prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berprestasi.
“Kami akan menggunakan kisah sukses tim AquaSmartFarm sebagai case study dalam berbagai acara di kampus. Kami ingin mahasiswa lain mengetahui bahwa mereka memiliki potensi yang sama untuk mencapai prestasi tinggi,” kata Dra. Rahayu.
Rencana Komersial dan Pengembangan Berkelanjutan
Dengan hadiah dan penghargaan yang diterima, tim AquaSmartFarm kini berencana untuk melanjutkan pengembangan produk menuju fase komersial. Dana hadiah akan digunakan untuk menyempurnakan prototype, melakukan uji coba skala menengah di lokasi-lokasi budidaya ikan pilihan, dan persiapan pendaftaran hak kekayaan intelektual.
Tim juga telah diterima dalam program inkubasi bisnis yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program ini akan memberikan pendampingan bisnis intensif, akses ke network investor potensial, dan fasilitasi untuk mendapatkan pendanaan venture capital.
“Kami tidak ingin inovasi ini hanya berhenti di tingkat penghargaan kompetisi. Visi kami adalah bahwa AquaSmartFarm dapat benar-benar digunakan oleh ribuan petani ikan di seluruh Indonesia dalam tiga tahun ke depan,” kata Reza Pratama dengan penuh optimisme.
Untuk mencapai tujuan tersebut, tim sedang merencanakan kerjasama strategis dengan berbagai mitra, termasuk kelompok tani, lembaga permodalan syariah, dan perusahaan teknologi yang sudah memiliki jaringan distribusi luas. Universitas Muhammadiyah Kendari melalui LPPM telah berkomitmen untuk terus mendukung tim dalam upaya komersial ini, termasuk dengan menyediakan akses ke laboratorium dan expertise.
Penutup dan Harapan Ke Depan
Prestasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 adalah bukti nyata bahwa inovasi berkualitas tinggi dapat lahir dari mana saja, termasuk dari institusi pendidikan yang berlokasi di daerah. Kesuksesan tim AquaSmartFarm menunjukkan pentingnya dukungan institusional yang konsisten, kolaborasi lintas disiplin ilmu, dan komitmen mahasiswa yang tinggi terhadap pengembangan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ke depan, diharapkan bahwa prestasi ini menjadi pendorong bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari lainnya untuk terus berinovasi dan berprestasi. Seiring dengan meningkatnya kultur inovasi di kampus, diharapkan lebih banyak lagi produk-produk inovatif yang lahir dari universitas ini dan berkontribusi nyata kepada pembangunan ekonomi dan sosial di Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara keseluruhan.
Dengan semangat yang sama, Universitas Muhammadiyah Kendari terus berkomitmen untuk menjadi pusat pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menjadi agent of change yang menciptakan inovasi berdampak positif bagi masyarakat luas.