Kendari — Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) berhasil meraih akreditasi internasional kategori A pada April 2026, menjadi tonggak penting dalam perjalanan peningkatan mutu institusi pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Pencapaian ini membuktikan dedikasi dan kerja keras seluruh civitas akademika kampus dalam memenuhi standar kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat yang diakui secara global.
Akreditasi internasional yang diberikan oleh badan independen internasional tersebut menjadi bukti nyata bahwa LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari telah memenuhi indikator-indikator keunggulan dalam mengelola fungsi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pencapaian ini datang setelah melalui proses evaluasi mendalam selama dua tahun, melibatkan audit menyeluruh terhadap infrastruktur, sumber daya manusia, portofolio penelitian, serta dampak sosial dari program-program yang dijalankan.
Proses Akreditasi yang Ketat dan Komprehensif
Perjalanan menuju akreditasi internasional dimulai sejak 2024, ketika LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari memulai persiapan sistematis mengikuti standar internasional untuk lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat. Tim manajemen LPPM melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh aspek operasional, mulai dari pengembangan kurikulum penelitian, kualifikasi peneliti, hingga keberlanjutan program-program pengabdian kepada masyarakat.
“Proses persiapan akreditasi internasional bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kesempatan emas untuk mereformasi seluruh sistem kerja LPPM kami,” ungkap Dr. H. Andi Rahman Mustafa, S.E., M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam konferensi pers yang digelar di Auditorium Utama Kampus, Senin, 13 April 2026.
Menurut Rektor Rahman Mustafa, persiapan akreditasi melibatkan pelatihan intensif bagi seluruh staf LPPM dalam penerapan standar internasional. “Kami mengirimkan delegasi ke beberapa universitas terkemuka di Asia Tenggara untuk mempelajari best practices dalam pengelolaan penelitian dan pengabdian masyarakat. Investasi dalam pengembangan sumber daya manusia ini sangat krusial,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Ketua LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Budianto Harahap, M.Pd., menjelaskan bahwa proses akreditasi melibatkan evaluasi terhadap lima pilar utama. “Pertama, kami dievaluasi dari aspek tata kelola dan manajemen institusi. Kedua, dari aspek pengembangan kapasitas peneliti dan fasilitator pengabdian. Ketiga, dari portofolio dan produktivitas penelitian serta pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Keempat, dari dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan. Kelima, dari aspek keberlanjutan dan rencana pengembangan jangka panjang,” jelasnya secara detail.
Komitmen Nyata dalam Meningkatkan Penelitian Berkualitas
Salah satu komitmen utama LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian yang berdampak. Dalam tiga tahun terakhir sebelum akreditasi, lembaga ini berhasil meningkatkan jumlah publikasi peneliti di jurnal terindeks internasional sebesar 67 persen. Selain itu, ada peningkatan signifikan dalam perolehan hibah penelitian dari berbagai sumber, baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun organisasi internasional.
“Pada 2023, LPPM kami mengelola sekitar 24 proyek penelitian dengan total pendanaan 4,2 miliar rupiah. Tahun lalu, angka tersebut meningkat menjadi 42 proyek dengan pendanaan mencapai 7,8 miliar rupiah. Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan yang terus meningkat terhadap kapasitas riset kami,” ujar Dr. Budianto Harahap dengan bangga.
Peningkatan ini tidak terlepas dari program mentoring intensif yang dilakukan LPPM terhadap peneliti-peneliti muda. Universitas Muhammadiyah Kendari juga mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung peneliti dalam proses publikasi internasional dan pendaftaran paten. “Kami percaya bahwa peneliti yang didukung dengan baik akan menghasilkan karya-karya berkualitas tinggi yang dapat diakui secara global,” tambahnya.
Kepala Divisi Penelitian LPPM, Prof. Dr. Hendra Wijaya, M.Tech., menambahkan bahwa universitas juga fokus pada penelitian yang relevan dengan isu-isu lokal dan global. “Kami memiliki kelompok penelitian unggulan di bidang pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, kesehatan masyarakat, dan ekonomi digital. Penelitian-penelitian ini tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga langsung diterapkan untuk menyelesaikan masalah sosial dan ekonomi di komunitas lokal kami,” jelasnya.
Program Pengabdian Masyarakat yang Berdampak Nyata
Selain penelitian, dimensi pengabdian kepada masyarakat juga menjadi fokus utama dalam akreditasi internasional. LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengembangkan berbagai program pengabdian yang inovatif dan berkelanjutan, mulai dari pelatihan keterampilan, pendampingan usaha mikro, hingga program pemberdayaan perempuan dan pemuda.
“Program pengabdian kami tidak hanya bersifat karitastif, tetapi dirancang dengan pendekatan pemberdayaan jangka panjang. Kami membantu masyarakat membangun kemandirian ekonomi, meningkatkan kapasitas, dan mengakses peluang pasar yang lebih luas,” jelas Dr. Siti Nurhaliza, M.Sos., Kepala Divisi Pengabdian kepada Masyarakat LPPM.
Salah satu flagship program adalah “Kendari Entrepreneurship Hub,” sebuah inisiatif untuk mengembangkan ekosistem kewirausahaan di Kendari. Program ini telah membantu lebih dari 150 wirausaha muda dalam mengembangkan ide bisnis mereka, dengan tingkat keberhasilan usaha mencapai 78 persen. “Kami menyediakan mentoring, akses ke pendanaan, dan koneksi dengan investor serta mitra bisnis. Hasilnya, produk-produk lokal dari peserta program kami sekarang sudah dipasarkan ke berbagai daerah,” ungkapnya.
Program lain yang juga mendapat apresiasi dari tim akreditasi adalah “Coastal Resilience Program,” yang fokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir menghadapi perubahan iklim. “Melalui program ini, kami melatih nelayan tentang teknik penangkapan ikan berkelanjutan, teknologi dapur asap yang efisien, serta pemasaran digital untuk produk perikanan mereka. Hasilnya, pendapatan nelayan meningkat rata-rata 40 persen dalam setahun,” papar Dr. Siti Nurhaliza dengan antusias.
Infrastruktur dan Fasilitas Kelas Dunia
Dukungan infrastruktur modern juga menjadi faktor penting dalam pencapaian akreditasi internasional ini. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menginvestasikan jutaan dolar dalam pengembangan laboratorium penelitian, pusat inovasi, dan fasilitas penunjang lainnya.
“Kami memiliki research center yang dilengkapi dengan peralatan canggih untuk penelitian di bidang bioteknologi, material science, dan renewable energy. Fasilitas ini dapat diakses oleh peneliti dari berbagai universitas, tidak hanya dari kampus kami sendiri,” jelas Rektor Rahman Mustafa. Komitmen ini mencerminkan visi universitas untuk menjadi pusat penelitian dan inovasi di tingkat regional.
Perpustakaan digital LPPM yang baru direnovasi juga menjadi keunggulan. Dengan koleksi lebih dari 15.000 jurnal internasional dan 5.000 e-book, perpustakaan ini menjadi akses penting bagi peneliti untuk mengikuti perkembangan pengetahuan terkini. “Investasi dalam infrastruktur digital ini memastikan bahwa peneliti kami tidak ketinggalan dari perkembangan ilmu pengetahuan global,” tambahnya.
Visi Jangka Panjang untuk Peningkatan Mutu
Raihan akreditasi internasional bukan akhir dari perjalanan peningkatan mutu, melainkan awal dari komitmen yang lebih besar. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menetapkan target ambisius untuk lima tahun ke depan.
“Pada 2031, kami ingin menjadi salah satu dari 10 universitas terbaik di Asia Tenggara dalam hal penelitian dan pengabdian masyarakat. Untuk itu, kami akan terus meningkatkan jumlah peneliti bersertifikat internasional, memperkuat kolaborasi dengan universitas-universitas terkemuka di dunia, dan mengembangkan program-program inovasi yang berdampak sosial,” ungkap Rektor Rahman Mustafa dalam deklarasi visi kampus.
Strategi pengembangan ini juga melibatkan penguatan ekosistem inovasi melalui kerjasama dengan industri dan pemerintah lokal. “Kami sedang membangun innovation park yang akan menjadi inkubator bagi ide-ide bisnis berbasis penelitian. Di sini, mahasiswa, peneliti, dan entrepreneur akan bekerja sama menciptakan produk dan layanan yang inovatif,” jelasnya.
Dampak Bagi Perguruan Tinggi di Sulawesi Tenggara
Pencapaian LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari juga memiliki dampak positif yang lebih luas bagi ekosistem pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Akreditasi internasional ini meningkatkan reputasi universitas dan menarik minat mahasiswa berkualitas dari berbagai daerah.
“Sejak pengumuman akreditasi ini, jumlah pendaftar untuk program pascasarjana kami meningkat 45 persen. Mahasiswa tidak hanya dari daerah lokal, tetapi juga dari Jawa, Sumatera, dan bahkan ada yang dari negara tetangga,” ucap Dr. Harahap dengan penuh kebanggaan.
Peningkatan reputasi ini juga membuka peluang kerjasama internasional. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menandatangani memorandum pemahaman dengan 12 universitas di luar negeri dalam lima bulan terakhir. “Kerjasama ini membuka peluang student exchange, joint research, dan co-curriculum development yang akan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa kami,” jelasnya.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Raihan akreditasi internasional LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan bukti konkret bahwa perguruan tinggi di daerah dapat mencapai standar kualitas global dengan dedikasi, kerja keras, dan investasi yang strategis. Pencapaian ini bukan hanya prestasi institusional, tetapi juga kontribusi nyata terhadap pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
Dengan akreditasi ini, diharapkan LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus memperkuat posisinya sebagai lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat terdepan di kawasan. Lebih penting lagi, pencapaian ini diharapkan dapat menginspirasi perguruan tinggi lain untuk terus meningkatkan mutu dan berkontribusi lebih besar terhadap kemajuan bangsa.
Sebagaimana ditegaskan oleh Rektor Rahman Mustafa, “Akreditasi ini adalah amanah yang harus kami jaga dan tingkatkan. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi, agar penelitian dan pengabdian kami semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan solusi terhadap tantangan-tantangan zaman.”
—
Panjang artikel: 1.847 kata